Memeluk Kehilangan
“Tak ada yang tahu, seperti apa takdir akan membawamu. Mungkin saja ia lebih senang mempermainkanmu” - Mifth “Aku tak bisa melihatmu seperti ini terus, Ra” gumam sahabat karibku, yang hanyaku balas dengan senyuman. “bukankah, engkau yang paling pandai untuk memberikanku semangat dan motivasi?, lalu kenapa Kau sendiri tak sanggup untuk bangkit!”, timpalnya dengan nada suara sedikit meninggi dan tegas, ku dengar nada-nada kasih sayang dan kekhawatiran dari wajah lucu nan chubby itu. Aku beranjak dari lamunanku yang khidmat memandangi rindanganya pohon dari balik jendela. Kuhampiri Tania yang sedari tadi duduk di atas tempat tidur dan rewel mencerahamiku. Kududuk tepat disebelahnya. Kugapai dan genggam jemari tangan itu, sedikit mengambil kekuatan darinya, lalu lekas kembali tersenyum, di balik getir-getir kepahitan yang telah sekian lama kutelan....